Galeri Nasional Indonesia Di Masa Pandemi Covid-19

Suatu hari tiba-tiba rasanya pengen banget liat lukisan jadi lah kan cari tau di Jakarta ada di mana sih? Akhirnya ketemu soal Galeri Nasional Indonesia di Jakarta. Googling soal galeri ini dan cari tau soal protokol selama masa pandemi.

Daftar Secara Online sebelum berkunjung

Sebelum pergi ke sana harus daftar dulu ya via website ini registrasi pengunjung Galnas. Jangan tanya kenapa websitenya kok alamatnya beda dengan website utama, ku pun kurang mengerti. Nanti di website bisa pilih waktu kunjungan hari dan jam. Perlu jadi catatan bahwa maksimal dalam setiap slot waktu kunjungan ( 1 jam kunjungan ) hanya boleh ada 20 orang. Setelah registrasi nanti akan dapat konfirmasi via email dan ini nanti ditunjukkan saat di lokasi. Sebenernya bisa juga sih registrasi di lokasi dengan catatan masih ada slot tersedia ya. lebih baik daftar sebelum datang sih jadi nanti tinggal masuk. Sssstt… untuk masuk ke pameran permanen ini tidak dipungut biaya.

Tiba di Lokasi Galeri Nasional

Waktu sampai di Galeri Nasional nanti bisa langsung dari gerbang masuk lurus terus lokasinya agak di dalam di sebelah kiri untuk pameran permanen. Waktu itu sedang tidak ada pameran khusus jadi tujuan utama memang hanya pameran permanen.

Di pintu masuk nanti perlu menunjukkan bukti registrasi. Ada QR code yang dikirimkan nanti ini akan discan. Protokol kesehatan tetap berlaku ya di sini jadi nanti ada pengecekan suhu dan kalau semua aman baru boleh masuk dan ada tempelan stiker galeri nasional yang perlu dikenakan ( yang mana sampai keluar dan pergi ke tempat lain pun ku lupa copot -_- ). Selama berada di lokasi harus selalu mengenakan masker dan jaga jarak . Anyway, Here we come!

Koleksi Permanen Galeri Nasional

Dari Pintu masuk nanti akan diarahkan naik tangga. Setelah itu akan ada dua area pameran. Pertama-tama aku ke sebelah kiri dulu untuk koleksi seniman Indonesia. Waktu masuk, wah… hawa galeri yang dirindukaaannn…. level bahagia naik tajam dan pencahayaannya rasanya cantik banget sih. ( sambil mikir dalam hati ya iyalah ya ini galeri nasional. )

Jadi untuk koleksi pertama, nanti akan ada beberapa ruangan dibagi berdasarkan periode dari paling lama sampai paling modern. Di bagian pertama ini ruangan yang lumayan jadi gongnya sih. Karya yang menarik perhatian sangat itu terkait dengan kisah penangkapan Pangeran Diponegoro. Waktu ke sana diinfo ini yang ada di buku sejarah waktu jaman masih sekolah dan saya nggak inget sama sekali. LOL. Jadi ada dua lukisan di mana lukisan pertama adalah kejadian yang digambarkan oleh pelukis luar dan lukisan kedua yang digambarkan oleh pelukis Indonesia. Terdapat perbedaan nuansa di antara kedua lukisan di mana yang satu seperti menggambarkan kekalahan sedangkan satunya lagi adalah semangat yang masih berkobar. Rasanya menarik ya untuk melihat satu kejadian yang sama bisa sangat berbeda dari sudut pandang yang berbeda. Tapi di luar makna intrinsiknya ada juga perbedaan dari cara melukis yang cukup kentara bisa dilihat di gambar di bawah ini.

Dari Ruangan ini kalau disusuri lagi ada banyak karya lain juga tidak hanya lukisan meskipun karya yang paling mendominasi adalah lukisan. Ada beberapa instalasi seni lain seperti patung, audio, ataupun yang bergerak. Beberapa karya kadang terasa tidak biasa. Untuk setiap ruangan yang dimasuki nanti jalannya berputar ya jadi waktu keluar pun akan keluar melalui alur pintu masuk.

Setelah selesai dengan area pertama bisa menuju ke area pameran kedua. Di bagian ini ada karya dari seniman luar negeri. Saat memasuki bagian kedua ini ada rasa yang berbeda, mungkin sama dengan cerita tentang penangkapan Pangeran Diponegoro, seni tergantung orang dan mungkin juga dipengaruhi dengan lokasi sepertinya.. jadi ada perasaan yang berbeda dari segi pilihan warna dan yang lainnya.

Di Area kedua ini masih didominasi oleh lukisan namun tetap ada bentuk instalasi seni lainnya. Ada beberapa lukisan yang makin membuat ingin jalan – jalan secepatnya ke luar dari Indonesia karena ada beberapa lukisan pemandangan yang memang tidak ada di sini apalagi kalau terkait dengan musim dingin dengan salju yang tidak ada di Indonesia. segera ya semoga pandemi cepat berakhir.

Sayangnya karena waktu berkunjung yang terbatas dengan batas maksimal kunjungan adalah 55 menit, saya jadi cukup kilat menyesaikan area kedua ini karena kita akan diminta meninggalkan area pameran supaya dapat memberikan alokasi waktu yang cukup untuk persiapan menerima pengunjung di slot waktu selanjutnya. Setelah keluar dari ruangan pameran, kita masih bisa menikmati area Galeri Nasional. Tempat ini memiliki beberapa gedung tua yang bisa jadi salah satu ajang ganti suasana juga kalau biasanya tinggal di rumah atau di gedung modern. Di beberapa dinding akan ada gambar juga misalnya seperti gambar berikut.

Untuk yang kadang merasa kurang paham tentang seni, saya pun sama kok. Tidak semua karya rasanya bisa klik ataupun ada karya yang terkadang kok saya nggak ngerti ya ini maksudnya apa tapi semua itu tidak mengurangi keinginan ataupun perasaan khusus saat melihat karya seninya.

Dari kunjungan yang cukup padat dan singkat ini cukup lumayan bisa mengobati rasa rindu pengen liat lukisan atau pergi ke galeri sampai nanti bisa liat lagi lukisan di galeri negara lain.

Wish you were here and get lost in the artsy environment. 🙂

Cheers!

Triana Mustika Rukmi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s